Inilah Alasan Penukaran Uang Baru Haram
Rabu, 10 Agustus 2011
-
1:35 PM
|
0
Comments |
Rezkiji
|
Edit Entri
Inilah Alasan Penukaran Uang Baru Haram

JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengkritisi maraknya jasa penukaran uang di jalan-jalan jelang Lebaran. Praktik seperti ini dinilai mengandung unsur riba, karena konsumen selalu membayar lebih dari nilai uang yang dipertukarkan.
"Misal tukar Rp100 ribu dengan Rp110 ribu, itu tidak boleh. Itu riba, uang dengan uang harus senilai. Ini lebihnya dipertanyakan, harus jelas," kata Ketua MUI Amidhan saat berbincang dengan Okezone, Minggu (7/8/2011) malam.
Dia menegaskan, pada prinsipnya transaksi uang dengan uang tidak diperbolehkan. Harus ada perantara barang di dalam transaksi. Misal, si A membeli barang dari si B. Kemudian barang tersebut dijual kembali kepada si C. "Nah kalau begini maka kelebihan uang baru bisa disebut keuntungan," katanya.
Kendati tergolong riba dan riba dihukumi haram, Amidhan menyatakan MUI belum mengeluarkan fatwa yang mengatur hal tersebut. Menurutnya, kebutuhan masyarakat akan uang baru jelang Lebaran sangat tinggi dan itulah yang menyebabkan praktik-praktik penukaran uang berkembang di masyarakat.
"Mestinya bank memberikan fasilitas untuk itu, karena kalau di bank kan senilai uang yang dipertukarkan," katanya. Lantas kalau kelebihan uang dalam praktik penukaran uang itu disebut uang jasa, bisakah? "Itu disebut ujrah, kami (MUI) juga belum mengatur tentang itu," tegasnya.
Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jombang, Jawa Timur, telah mengharamkan jasa penukaran uang yang selalu marak menjelang Lebaran. MUI Kabupaten Jombang juga telah mengimbau masyarakatnya agar tidak menukarkan uangnya pada para penjual jasa penukaran uang baru.
Kendati tergolong riba dan riba dihukumi haram, Amidhan menyatakan MUI belum mengeluarkan fatwa yang mengatur hal tersebut. Menurutnya, kebutuhan masyarakat akan uang baru jelang Lebaran sangat tinggi dan itulah yang menyebabkan praktik-praktik penukaran uang berkembang di masyarakat.
"Mestinya bank memberikan fasilitas untuk itu, karena kalau di bank kan senilai uang yang dipertukarkan," katanya. Lantas kalau kelebihan uang dalam praktik penukaran uang itu disebut uang jasa, bisakah? "Itu disebut ujrah, kami (MUI) juga belum mengatur tentang itu," tegasnya.
Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jombang, Jawa Timur, telah mengharamkan jasa penukaran uang yang selalu marak menjelang Lebaran. MUI Kabupaten Jombang juga telah mengimbau masyarakatnya agar tidak menukarkan uangnya pada para penjual jasa penukaran uang baru.
Sumber : http://news.okezone.com/read/2011/08/07/340/489201/inilah-alasan-penukaran-uang-baru-haram
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)
Entri Populer
- Download Mp3 Al-Qur'an + Terjemahan Indonesia - Oleh Syaikh Mishari Rashid Alafasy
- Cara Mudah Install Ubuntu 12.04 LTS Dual Boot Dengan Windows7
- Memasang Kolom Search/Pencarian Yang Bisa Dimodifikasi
- Download Gratis Murottal Al-Qur'an 30 Juz Oleh Syaikh Mishari Rashid Alafasy
- Budaya Berbagi Dalam Komunitas Blogwalking /20'
- Keutamaan-Keutamaan Puasa Ramadhan | Mengenal Puasa Ramadhan
- Cara Mengatasi HP Meizu Gagal Masuk Ke Halaman Android / Stuck Logo
- Mengganti Tulisan Poskan Komentar Di Blog
- Cara Agar Blog Otomatis Redirect Ke Versi Mobile Saat Di Buka Melalui HP
- Membuat Beberapa Gambar Berefek Hover Sederhana

0 komentar :
Posting Komentar
Dimohon Untuk Tidak Melakukan KOMENTAR SPAM!!
- Memasukkan Link Aktif
- Promo/Iklan
- Komentar Tidak Sesuai Postingan
- Posting Berualang-Ulang